VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mencari strategi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan mencapai Rp6,366 triliun pada tahun 2025.
Selain mengandalkan tujuh jenis pajak daerah yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) juga mengambil peran dengan memaksimalkan potensi dari lelang kendaraan dinas, jasa giro, hingga penghitungan bangunan yang akan dirobohkan.
Kepala BKAD Sumut, Timur Tumanggor, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh Bapenda dalam mengejar target besar tersebut. Menurutnya, optimalisasi aset daerah menjadi pintu masuk penting untuk menambah kas daerah di tengah keterbatasan waktu yang tersisa hanya empat bulan.
“BKAD juga punya potensi penerimaan, misalnya dari hasil lelang kendaraan roda dua maupun roda empat, jasa giro, hingga penghitungan bangunan yang akan dirobohkan. Semua ini akan kami optimalkan agar PAD Sumut bisa maksimal,” ujar Timur di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (25/9/2025).
Selain lelang aset, Pemprov juga mendorong 18 organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih serius menggali potensi retribusi. Beberapa di antaranya adalah Dinas Pariwisata, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan, serta Dinas Ketenagakerjaan. Langkah ini dianggap penting karena tidak semua target pajak utama berjalan sesuai harapan.
Sebagai contoh, dari target pajak rokok Rp1,3 triliun, realisasinya baru Rp517 miliar. Sementara untuk pajak alat berat, hingga kini belum bisa dipungut karena masih menunggu petunjuk teknis. Kondisi tersebut membuat kontribusi BKAD melalui lelang aset dan retribusi menjadi semakin krusial.
Sekretaris Bapenda Sumut, Rudi Hadian Siregar, mengakui capaian PAD tidak akan mudah diraih tanpa dukungan BKAD dan OPD lain.
“Kalau hanya mengandalkan tujuh jenis pajak daerah, kita berat. Jadi dukungan lewat retribusi dan optimalisasi aset akan sangat membantu,” tegasnya. (V24/RT)












