VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Desakan publik agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution semakin menguat. Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) dan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GEBRAK) menggelar unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Koordinator KAMAK, Azmi Hadli, menegaskan bahwa majelis hakim dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek jalan di Dinas PUPR Sumut telah menyinggung peran Bobby Nasution dan Topan Ginting. Hakim meragukan legalitas enam kali pergeseran anggaran yang dilakukan, termasuk peraturan gubernur (Pergub) yang dijadikan dasar kebijakan tersebut.
“Kami mendesak KPK jangan takut dan jangan ragu memanggil Bobby Nasution. Kalau KPK terus menunda, rakyat bisa semakin marah dan turun lebih besar menuntut keadilan,” tegas Azmi.
Azmi juga menuding adanya intervensi politik yang diduga menghambat proses hukum. Menurutnya, pengaruh kelompok politik tertentu dan campur tangan elite nasional disebut-sebut ikut menekan KPK agar tidak memproses nama Bobby.
“KPK harus segera menetapkan Bobby dan lingkarannya sebagai tersangka. Jangan biarkan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Ini saatnya KPK buktikan keberanian,” tambahnya.
Aksi massa hari ini digelar setelah KAMAK melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Polda Metro Jaya. Mereka berencana terus mendatangi KPK hingga tuntutan dipenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumut. (V24/Red)



