VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, tampak buru-buru menghindari kejaran wartawan, Rabu (17/9/2025).
Faisal terlihat berlari kecil usai konferensi pers yang digelar Diskominfo Sumut di Kantor Dekranasda, lantai 1 Gedung Gubernur Sumut. Ia langsung menuju mobil dinasnya, ditemani ajudan pribadi.
Peristiwa itu terjadi di halaman Kantor Gubernur Sumut, saat sejumlah wartawan berusaha meminta tanggapan Faisal terkait aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di lokasi tersebut. Alih-alih memberi komentar, Faisal memilih meninggalkan area dengan cepat untuk menghindari wawancara.
Aksi terburu-buru Faisal menjadi sorotan awak media, terlebih unjuk rasa mahasiswa menyinggung dugaan praktik korupsi dan kinerja pejabat Pemprov Sumut.
Sehari sebelumnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumut berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (16/9/2025). Mereka menuntut penegakan hukum tegas atas dugaan korupsi pengadaan Smart Board dan meubilair senilai Rp100 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Dalam orasinya, mahasiswa menuding kasus tersebut dipetieskan Kejari Langkat sehingga menimbulkan kecurigaan adanya permainan. Mereka mendesak Kejati Sumut mengambil alih kasus dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat.
“Kami minta Kejati Sumut jangan tebang pilih. Periksa semua pihak tanpa terkecuali, termasuk mantan Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sumut. Dia diduga aktor utama perubahan anggaran hingga proyek Smart Board dan meubilair muncul di APBD Perubahan 2024,” tegas Asril Hasibuan, Ketua Umum PERMAK Sumut.
Koordinator aksi Yunus Dalimunthe menambahkan, anggaran Rp100 miliar itu dipaksakan masuk di penghujung tahun, masing-masing Rp50 miliar untuk Smart Board dan Rp50 miliar untuk meubilair. Ia menilai proses tender penuh rekayasa.
“Ini jelas sarat konspirasi, menguntungkan pihak tertentu, dan merugikan keuangan negara. Kejati Sumut harus segera turun tangan, jangan biarkan kasus ini macet di Kejari Langkat,” ujarnya.
Selain itu, massa aksi juga mendesak Gubernur Sumut mencopot Faisal dari jabatannya. Mereka menilai Faisal tidak pantas memimpin OPD karena namanya disebut dalam kasus dugaan korupsi besar tersebut.
Aksi mahasiswa sempat menyita perhatian pengguna jalan di kawasan AH Nasution. Massa membawa spanduk, poster, serta membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap lambannya penegakan hukum.
Sementara itu, Kajati Sumut Harli Siregar yang dikonfirmasi menyebut kasus tersebut masih ditangani Kejari Langkat.
“Masukan-masukan dari masyarakat sudah menjadi atensi penyidik Kejatisu bersama Kejari Langkat,” tegas Harli. (V24/Red)



