VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Hendra J Kede, menyoroti tren usia para Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari masa ke masa. Ia mencatat bahwa pada era Orde Lama, Orde Baru, hingga dua dekade awal Reformasi. Ketua Umum PWI umumnya terpilih saat masih berusia muda, banyak di antaranya bahkan masih berusia 20-an hingga 30-an tahun.
“Baru sejak 2018 kita menyaksikan Ketua Umum PWI terpilih dalam usia kepala enam. Ini tentu menarik dan layak menjadi bahan refleksi menjelang Kongres PWI akhir Agustus 2025,” ujar Hendra, Rabu (7/8).
Ia menekankan bahwa sejarah menunjukkan usia muda atau usia produktif pernah menjadi kekuatan organisasi. Misalnya, Usmar Ismail terpilih sebagai Ketua Umum PWI saat berusia 26 tahun, T. Sjahril pada usia 32 tahun, Mahbub Djunaidi juga 32 tahun, dan Harmoko saat berusia 34 tahun.
“Artinya, regenerasi dan keberanian memberi ruang bagi yang muda pernah menjadi ciri khas PWI. Itu warisan yang patut dikaji ulang oleh para pemilik suara dalam kongres mendatang,” tambahnya.
Berikut data usia sejumlah Ketua Umum PWI saat terpilih:
-
Soemanang SH – 38 tahun (1946)
-
Usmar Ismail – 26 tahun (1947)
-
Djawoto – 44 tahun (1950)
-
T. Sjahril – 32 tahun (1953)
-
BM Diah – 53 tahun (1970)
-
Rosihan Anwar – 48 tahun (1970)
-
Harmoko – 34 tahun (1973)
-
Atang Ruswita – 50 tahun (1983)
-
Zoelhanrman – 50 tahun (1983)
-
Sofyan Lubis – 52 tahun (1993)
-
Margiono – 49 tahun (2008)
-
Atal S. Depari – 64 tahun (2018)
-
Hendry Ch. Bangun – 65 tahun (2023)
Menurut Hendra, informasi ini penting agar para pemilik suara dalam kongres dapat menjadikan sejarah sebagai bahan pertimbangan. “Penting bagi kita semua untuk merenungkan: apakah regenerasi masih menjadi bagian dari semangat organisasi kita?” katanya.
Ia menegaskan bahwa data ini disusun berdasarkan sejumlah sumber, seperti Google, Wikipedia, dan buku sejarah pers Indonesia.
“Ini bukan semata soal usia, tapi soal energi, pembaruan, dan keberlanjutan,” tutup Hendra.