VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, mengungkapkan aliran rekening milik pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut terindikasi kuat transaksi dengan judi online. Temuan ini, kata dia, hampir ada di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jadi tidak hanya di Dinas Koperasi dan UKM saja, hampir di semua OPD Pemprov Sumut pun ada rekening yang terindikasi ke judol. Bahkan termasuk di Inspektorat sendiri,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/9/2025).
Sulaiman menyebut, di instansi yang dipimpinnya terdapat dua pegawai dan satu pejabat yang rekeningnya juga terhubung dengan situs judi online.
“Ya, ada juga pejabat kami yang terpapar itu. Tapi secara keseluruhan, di semua OPD, rekening ASN pernah terafiliasi ke situs judi,” ungkapnya.
Menurut Sulaiman, data tersebut merupakan hasil audit Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada 2024 yang telah diserahkan ke Badan Kepegawaian (Bapeg) Sumut. Audit itu dilakukan atas permintaan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
“Hal ini sebagaimana arahan dan instruksi Bapak Gubernur Bobby Nasution yang bertujuan membenahi birokrasi di tubuh Pemprov Sumut. Kalau tidak salah, pada Juni 2025 permohonan tersebut kami sampaikan ke PPATK,” jelas mantan Inspektur Daerah Kota Medan itu.
Sulaiman menambahkan, saat penyerahan SK kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Pemprov Sumut baru-baru ini, Gubernur Bobby menyebutkan ada 1.038 pegawai di jajarannya yang terkontaminasi judi online.
“Oleh karena itu, bapak gubernur kembali menginstruksikan kami untuk meminta PPATK melakukan penelusuran serupa terhadap seluruh rekening ASN dan pejabat. Hal ini dilakukan demi perbaikan mental dan sumber daya manusia birokrasi Pemprov Sumut,” ungkapnya.
Upaya tersebut rencananya akan dilanjutkan pada 2026 dengan kembali meminta data terbaru dari PPATK, untuk melihat apakah masih ada pegawai atau pejabat yang sama terpapar di tahun mendatang.
“Kalau sekarang ini masih kami beri peringatan dulu. Memang nilainya kecil-kecil, tapi tetap saja namanya judi. Tindakan tegas akan diberikan jika tahun depan masih ditemukan ASN yang terkontaminasi,” pungkasnya. (V24/RT)












