VIRAL24.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut. Ia meminta para pejabat baru memaksimalkan program pembangunan serta memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.
Pelantikan berlangsung di Aula Tengku Riza Nurdin, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (15/8/2025). Adapun pejabat yang dilantik yaitu:
-
Muhammad Suib sebagai Asisten Administrasi Umum Setdaprov
-
Erwin Hotmansah Harahap sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
-
Fitra Kurnia sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM)
-
Ade Sofianita sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov
-
Abu Kosim sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov
Dalam sambutannya, Bobby menegaskan bahwa pengangkatan kelima pejabat tersebut didasarkan pada rekam jejak, bukan kedekatan pribadi.
“Bapak Ibu saya lantik bukan karena sering berkomunikasi atau dekat secara emosional, melainkan karena rekam jejak yang baik. Buktikan itu dengan memberikan kepuasan kepada masyarakat. Program kerja harus dimaksimalkan, dan belanja dilakukan secara efektif tanpa pemborosan,” kata Bobby, didampingi Wakil Gubernur Surya, Sekdaprov Togap Simangunsong, dan Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.
Secara khusus, Bobby memberikan arahan kepada beberapa pejabat:
-
Kadis Kominfo, agar belanja pendukung jaringan tidak boros dan pengadaan barang/jasa dioptimalkan. Dukungan internet di seluruh OPD harus terpenuhi, termasuk penginformasian kegiatan masyarakat di bidang pariwisata, seni, budaya, dan event.
-
Kadis Perindag ESDM, diminta segera mengoptimalkan potensi tambang kecil yang berdampak besar serta mempermudah akses UMKM ke pasar dan layanan keuangan.
-
Asisten Administrasi Umum, diminta menyesuaikan diri dengan birokrasi Pemprov Sumut, meninggalkan ego sektoral, dan memperkuat koordinasi.
-
Kepala Biro Kesra, diarahkan agar penyaluran dana hibah ke rumah ibadah lebih efektif, tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan, termasuk kesejahteraan imam, muazin, dan penjaga masjid.
Bobby menutup arahannya dengan mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga kehormatan pemerintah provinsi dengan menjauhi pungutan liar, gratifikasi, maupun praktik korupsi. (V24/RT)
