VIRAL24.CO.ID – TULANGBAWANG -Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang akan memanggil Kepala SMP Negeri 1 Gedungaji Baru terkait dugaan pungutan dalam proses daftar ulang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Tulangbawang, Firdaus, mengatakan pihaknya akan mengonfirmasi langsung kepada kepala sekolah terkait laporan wali murid.
“Kami bersikap proporsional terhadap adanya keluhan itu, dan akan memanggil kepala sekolah bersangkutan,” ujar Firdaus, Selasa (26/8/2025).
Firdaus menegaskan, jika terbukti ada pungutan terhadap wali murid, hal tersebut tidak dibenarkan. “Kalau sumbangan untuk uang pembangunan itu tidak ada lagi. Kalau untuk sampul rapor, saya sarankan pembeliannya melalui Arkas (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah), karena itu bisa dianggarkan,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid mengaku diminta menyetorkan uang ratusan ribu rupiah saat daftar ulang dengan berbagai alasan, mulai dari pembelian seragam, sampul rapor, uang bangunan hingga kartu OSIS.
“Kami diminta membayar biaya kartu OSIS sekitar Rp30 ribu, seragam batik dan olahraga Rp300 ribu, uang sampul rapor Rp80 ribu, dan juga uang bangunan,” ujar salah seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan.
Menanggapi hal itu, Kepala SMP Negeri 1 Gedungaji Baru, Rustoyo, berdalih pengelolaan dana tersebut merupakan hasil kesepakatan antara wali murid dan komite sekolah.
“Saya tidak campur tangan, tapi prosesnya dikelola pengurus komite dengan wali murid,” kata Rustoyo, Senin (25/8/2025).
Ia membenarkan adanya pungutan untuk pembelian sampul rapor, namun mengaku uang itu akan dikembalikan karena bisa dialokasikan melalui Arkas. Rustoyo juga berpendapat dana yang disebut sebagai uang bangunan merupakan bentuk sumbangan, bukan pungutan.
“Kalau bicara sumbangan, ya seperti di masjid, ada kotak keliling. Tapi kalau dibilang pungutan, saya tidak setuju. Kami di sekolah perkampungan ini kesulitan mencari dukungan dana, beda dengan sekolah di kota yang bisa mengakses CSR perusahaan atau toko,” ujarnya. (Ferdi)
