VIRAL24.CO.ID – JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya pemerintah daerah (Pemda) memastikan penyaluran bantuan masyarakat tepat sasaran. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan evaluasi Program 3 Juta Rumah serta pengentasan kemiskinan, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Menurut Tito, penyaluran bantuan harus mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Kemendagri. Data tersebut dilengkapi survei lapangan, misalnya terkait penghasilan dan kondisi rumah warga.
“Data ini kemudian dipadukan dengan data kementerian/lembaga terkait sehingga menjadi data tunggal yang menjadi dasar program pengentasan kemiskinan. Data bersifat dinamis dan terus diperbarui,” jelasnya.
Tito juga meminta Pemda mengidentifikasi faktor penyebab kemiskinan di wilayah masing-masing untuk kemudian ditangani secara tepat. “Daerah harus membaca persoalan spesifik yang membuat masyarakatnya sulit maju, lalu menyusun program untuk mengatasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah. Menurutnya, meski angka kemiskinan ekstrem menurun, laju penurunannya masih di bawah target ideal.
Ia mengingatkan bahwa inflasi daerah sangat memengaruhi garis kemiskinan. “Jika inflasi naik, garis kemiskinan juga meningkat sehingga jumlah penduduk miskin ikut bertambah,” ujarnya.
Muhaimin menegaskan strategi penanggulangan kemiskinan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial. Ia menyebut ada tiga langkah utama yaitu Mengurangi beban pengeluaran melalui jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran, Meningkatkan pendapatan dengan memperluas akses kerja dan Mengurangi kantong kemiskinan lewat perbaikan hunian, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan kawasan. (V24/M.Rambe)












